Kemenag Barito Utara

KEMENTERIAN AGAMA

KABUPATEN BARITO UTARA

Beranda/Berita/Menjaga Tradisi, Menguatkan Iman: Kemenag Barut Dampingi Ritual Ngelangkang di Desa Jaman

Menjaga Tradisi, Menguatkan Iman: Kemenag Barut Dampingi Ritual Ngelangkang di Desa Jaman

Foto Berita: Menjaga Tradisi, Menguatkan Iman: Kemenag Barut Dampingi Ritual Ngelangkang di Desa JamanDipublikasikan 19 Agustus 2026
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara melalui Penyelenggara Hindu terus memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada umat Hindu Kaharingan di wilayah Kabupaten Barito Utara. Salah satunya melalui pendampingan ibadah ritual Pitra Yadnya atau Basarah Ngelangkang yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan di Desa Jaman, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Penyelenggara Hindu Kankemenag Barito Utara, Wandi, S.H., AH., M.H., bersama Guru Agama Hindu Anti, S.Ag., selaku Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan (MR-AHK) Kecamatan Gunung Timang, serta Pisor Jeriweni. Kegiatan berupa persembahyangan atau Basarah Pitra Yadnya tersebut dilaksanakan dalam rangka mengenang dan mendoakan tiga anggota keluarga yang telah meninggal dunia, yakni Ibu Randek, Ibu Pare, dan Bapak Gandit.
Ritual Pitra Yadnya merupakan salah satu bentuk penghormatan umat Hindu Kaharingan kepada anggota keluarga atau leluhur yang telah meninggal dunia. Dalam pelaksanaannya, keluarga bersama umat melaksanakan persembahyangan dan ritual Ngelangkang sebagai bentuk penghormatan, ungkapan kasih, serta pemenuhan kewajiban keluarga terhadap mereka yang telah meninggalkan dunia.
Dalam ritual tersebut, pihak keluarga menyiapkan sesajen yang dikenal dengan ancak kelangkang sebagai bagian dari persembahan dalam pelaksanaan ritual. Persembahan tersebut memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Hindu Kaharingan, khususnya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta doa dan pengharapan bagi mereka yang telah meninggal dunia.
Pelaksanaan Ngelangkang juga menjadi bagian dari upaya keluarga untuk mendoakan almarhum dan almarhumah agar memperoleh keadaan yang baik serta terbebas dari segala bentuk penderitaan yang berkaitan dengan kehidupan sebelumnya. Doa dan persembahan yang dilakukan menjadi wujud ketulusan keluarga dalam mengiringi perjalanan spiritual mereka yang telah meninggal dunia.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, ritual tersebut juga memiliki makna sebagai ungkapan rasa kasih dan bakti dari keluarga yang masih hidup. Bagi umat Hindu Kaharingan, hubungan antara keluarga yang masih hidup dengan leluhur tetap memiliki nilai penting dalam kehidupan spiritual dan sosial. Karena itu, pelaksanaan ritual keagamaan menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan tersebut sekaligus melestarikan ajaran dan tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam pelaksanaan persembahyangan, umat yang hadir bersama-sama mengikuti rangkaian Basarah dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang mereka yang telah meninggal dunia, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga dan umat untuk melakukan refleksi, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjalankan kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama.
Penyelenggara Hindu Kankemenag Barito Utara, Wandi, S.H., AH., M.H., dalam kesempatan tersebut turut memberikan pelayanan dan pendampingan keagamaan kepada umat. Kehadiran Penyelenggara Hindu bersama unsur majelis dan Guru Agama Hindu menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memastikan umat Hindu Kaharingan memperoleh pelayanan keagamaan sesuai dengan keyakinan, tradisi, dan tata cara keagamaan yang dianut.
Pelayanan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan umat tidak hanya dilakukan dalam kegiatan keagamaan yang bersifat rutin, tetapi juga hadir dalam berbagai momentum penting kehidupan umat, termasuk dalam pelaksanaan ritual yang berkaitan dengan penghormatan kepada leluhur.
Melalui ritual Pitra Yadnya ini, keluarga juga memanjatkan doa Wara Nugraha untuk memohon keselamatan, perlindungan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga yang masih hidup. Doa tersebut menjadi harapan agar keluarga senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalani kehidupan serta dijauhkan dari berbagai marabahaya dan hal-hal yang tidak diharapkan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan di tengah umat Hindu Kaharingan Desa Jaman. Pelaksanaan ritual secara bersama-sama memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian antarumat dalam menjalankan kewajiban keagamaan.
Bagi Kankemenag Barito Utara, pendampingan terhadap kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan umat, pelayanan keagamaan, serta pelestarian nilai-nilai keagamaan dan budaya Hindu Kaharingan. Kehadiran Penyuluh maupun Penyelenggara Hindu di tengah masyarakat diharapkan dapat terus memberikan penguatan spiritual sekaligus memastikan tradisi keagamaan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dan tata cara yang diwariskan.
Dengan terlaksananya ritual Pitra Yadnya di Desa Jaman, diharapkan nilai-nilai penghormatan kepada leluhur, kebersamaan keluarga, kepedulian terhadap sesama, serta keteguhan dalam menjalankan ajaran agama dapat terus terpelihara. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berpulang, tetapi juga menjadi momentum bagi keluarga yang masih hidup untuk memperkuat iman, menjaga keharmonisan, dan memohon keselamatan dalam menjalani kehidupan.

Apa pendapat Anda tentang artikel ini?

Berikan reaksi Anda di bawah ini