Dalam rangka meningkatkan pembinaan kehidupan keagamaan serta memperkuat keimanan dan kebersamaan umat Hindu Kaharingan, Penyelenggara Hindu bersama Guru Agama Hindu dan pengurus Majelis Resor Kaharingan (MR-AHK) Kecamatan Gunung Timang melaksanakan kegiatan pembinaan kepada umat Hindu Kaharingan di Desa Sangkorang, Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan persembahyangan atau Basarah Manusa Yadnya, dalam rangka Maluput Hajat, yaitu persembahyangan syukuran atas terkabulnya hajat dan anugerah yang telah diterima oleh keluarga. Kegiatan ini dihadiri oleh Penyelenggara Hindu, Wandi, S.H.AH., M.H., bersama Guru Agama Hindu, Mama Almiance, S.Pd.AH., Nuna Alpina, S.Pd., serta pengurus MR-AHK Kecamatan Gunung Timang, Pisor Jeriweni, dan umat Hindu Kaharingan Desa Sangkorang.
Persembahyangan syukuran tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur keluarga kepada Ranying Hatalla Langit atas anugerah, perlindungan, kesehatan, dan keselamatan yang telah diberikan kepada keluarga. Salah satu bentuk rasa syukur tersebut berkaitan dengan kesembuhan salah satu anggota keluarga yang sebelumnya mengalami sakit selama beberapa bulan dan kini telah diberikan kesembuhan serta dapat kembali menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya.
Selain sebagai ungkapan syukur atas kesembuhan, pelaksanaan Maluput Hajat juga dilaksanakan dalam rangka mensyukuri keberhasilan putri keluarga, Susan, yang telah menyelesaikan pendidikan pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, Susan berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Banjarmasin.
Dalam persembahyangan tersebut, keluarga juga memanjatkan doa dan permohonan wara Nugraha agar seluruh anggota keluarga senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, ketenteraman, serta perlindungan dalam menjalani kehidupan. Secara khusus, keluarga memohon agar Susan diberikan kelancaran dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi, dimudahkan dalam setiap proses perkuliahan, senantiasa berada dalam perlindungan dan tuntunan Tuhan, serta dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik hingga memperoleh hasil yang diharapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Penyelenggara Hindu menyampaikan bahwa kegiatan persembahyangan dan pembinaan keagamaan bukan hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban umat dalam menjalankan ajaran agama, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat keyakinan, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan rasa syukur atas berbagai anugerah yang diterima dalam kehidupan.
Peneguhan iman menjadi salah satu hal penting yang disampaikan kepada umat yang hadir. Setiap umat beragama memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Melalui pelaksanaan persembahyangan secara rutin dan penuh kesadaran, diharapkan umat semakin mampu menghayati nilai-nilai keagamaan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Penyelenggara Hindu, pelaksanaan Maluput Hajat merupakan salah satu bentuk nyata rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Ranying Hatalla Langit. Rasa syukur tersebut hendaknya tidak hanya diwujudkan melalui ritual keagamaan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama, keluarga, lingkungan, serta kehidupan bermasyarakat.
Selain memberikan pembinaan dalam aspek keagamaan, Penyelenggara Hindu juga mengingatkan umat mengenai pentingnya menjaga kelestarian dan keamanan lingkungan, khususnya dalam menghadapi kondisi alam yang saat ini telah memasuki musim kemarau.
Musim kemarau perlu menjadi perhatian bersama karena kondisi lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, seluruh masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama yang berkaitan dengan penggunaan api di sekitar rumah maupun lingkungan tempat tinggal.
Kepada masyarakat yang merokok, secara khusus diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama pada area yang terdapat rumput, daun kering, semak belukar, atau material lain yang mudah terbakar. Hal sederhana tersebut perlu menjadi perhatian karena puntung rokok yang masih memiliki bara dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran apabila dibuang secara sembarangan.
Selain itu, para orang tua juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain api tanpa pengawasan. Edukasi dan pengawasan sejak dini sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun harta benda masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan dan persembahyangan bersama tersebut, diharapkan umat Hindu Kaharingan di Desa Sangkorang semakin memiliki kesadaran dalam menjalankan kehidupan beragama, memperkuat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara Penyelenggara Hindu, Guru Agama Hindu, pengurus organisasi keagamaan, dan masyarakat. Sinergi yang baik di antara seluruh unsur tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi kehidupan umat Hindu Kaharingan di wilayah Kecamatan Gunung Timang.
Pada akhirnya, pelaksanaan persembahyangan Maluput Hajat di Desa Sangkorang tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas kesembuhan dan keberhasilan pendidikan anggota keluarga, tetapi juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan masa depan keluarga. Melalui kegiatan tersebut, umat diajak untuk senantiasa mensyukuri setiap anugerah yang diterima, memperkuat keimanan, menjaga keharmonisan kehidupan bersama, serta turut menjaga lingkungan agar tetap aman dan terhindar dari berbagai ancaman, termasuk bahaya kebakaran pada musim kemarau.
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Berikan reaksi Anda di bawah ini






