Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan pembangunan Zona Integritas (ZI), khususnya dalam mewujudkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan atau coaching Tim Pokja Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut diikuti oleh Tim Pokja PMPZI Kankemenag Kabupaten Barito Utara, serta perwakilan dari madrasah di lingkungan Kementerian Agama, di antaranya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Barito Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman, koordinasi, serta komitmen bersama dalam menjalankan program pembangunan Zona Integritas secara terarah, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam kegiatan tersebut, pembukaan diawali dengan penyampaian arahan dan penguatan kepada seluruh peserta mengenai pentingnya peran setiap unsur organisasi dalam mendukung keberhasilan pembangunan Zona Integritas. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan aspek administrasi, tetapi juga pada bagaimana nilai-nilai integritas dan budaya pelayanan benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kasubbag Tata Usaha sekaligus Plh. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Sony Anwari Husni, S.Pd.I., menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dipahami sebagai bagian dari proses perubahan budaya kerja di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, keberhasilan PMPZI tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kelengkapan dokumen dan pemenuhan berbagai indikator administratif, tetapi harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“PMPZI bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan sebuah proses untuk mendorong perubahan dan mewujudkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” tegasnya dalam arahannya.
Ia menambahkan, seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara perlu memiliki persepsi dan komitmen yang sama dalam membangun pelayanan yang transparan, akuntabel, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Setiap pegawai memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas serta memberikan pelayanan secara profesional.
Pendampingan ini juga menjadi sarana untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program PMPZI yang telah berjalan sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperbaiki. Melalui proses coaching, masing-masing tim diharapkan dapat memahami indikator pembangunan Zona Integritas secara lebih komprehensif dan mampu menerjemahkannya ke dalam program kerja yang konkret.
Selain aspek penguatan administrasi dan pemenuhan eviden, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan, optimalisasi pelayanan publik, serta penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam setiap proses kerja. Hal tersebut penting untuk memastikan bahwa reformasi birokrasi tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan.
Keterlibatan unsur madrasah dalam kegiatan tersebut turut memperkuat semangat kolaborasi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara. Madrasah sebagai salah satu unit pelayanan pendidikan memiliki peran penting dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, ramah, mudah diakses, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan pendampingan ini, seluruh Tim Pokja PMPZI diharapkan semakin siap dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Koordinasi antartim juga perlu terus diperkuat agar setiap program dapat berjalan secara terintegrasi dan menghasilkan capaian yang terukur.
Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Pembangunan Zona Integritas dipandang sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi, keteladanan pimpinan, keterlibatan seluruh pegawai, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Dengan adanya pendampingan dan penguatan secara berkala, diharapkan implementasi PMPZI di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara semakin optimal. Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut diarahkan untuk membangun birokrasi yang bersih, berintegritas, efektif, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Barito Utara tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan Zona Integritas bukan hanya menjadi tanggung jawab Tim Pokja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh jajaran. Semangat perubahan harus diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta komitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara.
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Berikan reaksi Anda di bawah ini






