Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara melalui Penyelenggara Hindu Wandi, S.H., AH., bersama Pengurus Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Gunung Timang, serta Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Pelari dan Desa Tongka, melaksanakan pelayanan keagamaan dalam rangka Ibadah Pitra Yadnya (Ritual Pemakaman) Pengantaran Liau Haring Kaharingan almarhum Sdr. Rafi (27 tahun) yang dilaksanakan di Desa Tongka, Kecamatan Gunung Timang, pada Kamis (6/8/2026).


Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pelayanan keagamaan kepada umat Hindu Kaharingan dalam mendampingi keluarga yang sedang berduka sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum melalui prosesi adat dan ritual keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pitra Yadnya menjadi bagian penting dalam ajaran Hindu Kaharingan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta doa agar perjalanan roh menuju alam keabadian berlangsung dengan damai sesuai tuntunan agama.


Dalam pelaksanaan ibadah, Wandi, S.H., AH. dipercaya sebagai Mantir Basarah atau pemandu ibadah yang memimpin seluruh rangkaian persembahyangan sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat pemakaman. Selain memimpin jalannya ritual, ia juga menyampaikan peneguhan iman kepada keluarga yang ditinggalkan dan seluruh umat yang hadir agar tetap tabah, ikhlas, serta senantiasa memperkuat keyakinan kepada Ranying Hatalla Langit.


Dalam peneguhan iman tersebut, Wandi menyampaikan pesan berdasarkan firman Ranying Hatalla Langit yang termuat dalam Kitab Suci Panaturan, bahwa seluruh keturunan Maha Raja Bunu yang diturunkan ke Lewu Injam Tingang atau alam semesta ini pada hakikatnya hanya menjalani kehidupan sementara. Kehidupan di dunia diibaratkan seperti seorang perantau yang pada akhirnya akan kembali ke asalnya. Namun, kepulangan tersebut bukan melalui perjalanan kehidupan, melainkan melalui kematian sebagai bagian dari ketetapan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, setiap umat diajak untuk senantiasa menjalani kehidupan dengan penuh kebajikan, menjaga keharmonisan dengan sesama, serta memperkuat keimanan sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal.


Prosesi Pitra Yadnya berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan mengikuti seluruh tata cara ritual Hindu Kaharingan. Dalam rangkaian pemakaman, Mama Almiance, S.Pd.AH., bersama Pisor Jeriweni bertugas memimpin prosesi penurunan peti jenazah ke liang pemakaman sesuai dengan ketentuan adat dan ajaran keagamaan yang berlaku.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Gunung Timang, para Guru Agama Hindu, tokoh adat, tokoh masyarakat, Kepala Desa Tongka, keluarga besar almarhum, serta kerabat yang datang dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Gunung Timang maupun dari Kabupaten Barito Selatan untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan almarhum.


Melalui kehadiran dalam kegiatan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada seluruh umat Hindu Kaharingan. Kehadiran penyelenggara agama di tengah masyarakat tidak hanya sebagai pelaksana tugas pembinaan keagamaan, tetapi juga sebagai pendamping spiritual yang memberikan penguatan iman, menjaga kelestarian ajaran dan tradisi Hindu Kaharingan, serta mempererat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.


Pelayanan keagamaan seperti Pitra Yadnya menjadi salah satu wujud nyata implementasi tugas Kementerian Agama dalam membina kehidupan umat beragama secara inklusif, menjaga harmoni sosial, serta melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan spiritual yang menjadi identitas masyarakat Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Utara.