Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Utara melalui Penyelenggara Hindu terus berkomitmen memberikan pembinaan dan pendampingan keagamaan kepada umat Hindu Kaharingan di berbagai wilayah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan yang dilaksanakan pada Rabu (22/07/2026) bertepatan dengan pelaksanaan Persembahyangan Basarah Pitra Yadnya (Ritual Ngelangkang) di Desa Jaman, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara.
Kegiatan pembinaan dipimpin oleh Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Wandi, S.H., A.H., bersama Guru Agama Hindu Mama Almiance, S.Pd.AH., Anti, S.Ag. selaku Ketua Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan (MR-AHK) Kecamatan Gunung Timang, Pisor Jeriweni, serta Herminati. Kehadiran tim pembina bertujuan memberikan pendampingan keagamaan sekaligus memperkuat pemahaman umat terhadap makna dan tata cara pelaksanaan ritual keagamaan Hindu Kaharingan.
Ritual Basarah Pitra Yadnya (Ngelangkang) dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah Ibu Arbasih, yang telah meninggal dunia satu tahun sebelumnya. Upacara ini merupakan salah satu rangkaian ritual penting dalam tradisi Hindu Kaharingan yang dilaksanakan oleh keluarga sebagai wujud bakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus sebagai bentuk doa bagi arwah yang telah berpulang.
Dalam prosesi tersebut, keluarga mempersembahkan sesajen berupa ancak kelangkang sebagai simbol persembahan suci kepada almarhumah. Persembahan ini dimaknai sebagai bentuk kewajiban keluarga untuk memanjatkan doa agar arwah almarhumah memperoleh ketenangan, terbebas dari segala penderitaan maupun akibat dari perbuatan yang kurang baik semasa hidupnya, serta memperoleh jalan menuju kedamaian sesuai ajaran Hindu Kaharingan.
Selain sebagai ungkapan bakti kepada leluhur, ritual Ngelangkang juga memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu mempererat hubungan antara keluarga yang masih hidup dengan para leluhur melalui doa dan persembahan. Dalam tradisi Hindu Kaharingan, penghormatan kepada leluhur merupakan bagian dari nilai luhur yang terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk rasa syukur, penghormatan, dan pelestarian adat istiadat.
Penyelenggara Hindu Kankemenag Barito Utara, Wandi, S.H., A.H., menyampaikan bahwa kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan keagamaan kepada umat Hindu Kaharingan agar pelaksanaan ritual adat dan keagamaan tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama serta tetap terjaga kelestariannya.
"Kegiatan pembinaan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama untuk mendampingi umat Hindu Kaharingan dalam melaksanakan kehidupan beragama. Ritual Basarah Pitra Yadnya bukan hanya memiliki nilai adat, tetapi juga mengandung nilai spiritual yang mengajarkan penghormatan kepada leluhur, penguatan ikatan kekeluargaan, serta meningkatkan keimanan melalui doa dan persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa," ujar Wandi.
Ia menambahkan bahwa ritual Ngelangkang juga menjadi momentum bagi keluarga untuk memohon Doa Wara Nugraha, yakni doa memohon anugerah, perlindungan, keselamatan, kesehatan, serta kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga yang masih hidup. Dengan demikian, pelaksanaan ritual tidak hanya ditujukan bagi arwah yang telah meninggal dunia, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan keluarga dan memperkuat kehidupan spiritual umat.
Selama kegiatan berlangsung, tim pembina turut memberikan penguatan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan, melestarikan tradisi Hindu Kaharingan yang sarat makna, serta memperkokoh semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Barito Utara.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara berharap umat Hindu Kaharingan semakin memahami makna filosofis setiap rangkaian ritual keagamaan yang dilaksanakan. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, ritual tersebut juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat persaudaraan, serta menjaga kelestarian budaya dan tradisi keagamaan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa.






