
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara melalui Penyelenggara Hindu, Wandi, S.H., A.H., mengikuti Program "Dirjen Menyapa dan Mendengar" yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia secara virtual melalui Zoom Meeting pada Rabu (22/07/2026).
Kegiatan ini merupakan forum koordinasi rutin yang menjadi sarana komunikasi antara Direktorat Jenderal Bimas Hindu dengan seluruh jajaran Bimas Hindu di Indonesia. Pada pelaksanaan kali ini, agenda utama difokuskan pada pembahasan penyusunan pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 sebagai langkah awal dalam perencanaan program dan penganggaran yang efektif, efisien, serta selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional.
Program tersebut dihadiri oleh berbagai unsur di lingkungan Direktorat Jenderal Bimas Hindu, di antaranya Pejabat Eselon II, III, dan IV Ditjen Bimas Hindu Pusat, Pejabat Fungsional Madya dan Muda Ditjen Bimas Hindu, Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) se-Indonesia, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala Bidang dan Pembimas Hindu se-Indonesia, Kepala Seksi Urusan dan Pendidikan Hindu se-Indonesia, Penyelenggara Hindu se-Indonesia, serta Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Hindu se-Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengantar oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Hindu, yang menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun perencanaan anggaran yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Selanjutnya, Tim Perencanaan Ditjen Bimas Hindu memaparkan rancangan pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 yang memuat arah kebijakan, prioritas program, serta alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Bimas Hindu di seluruh Indonesia.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari pusat maupun daerah. Pada sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, usulan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program Bimas Hindu di wilayah masing-masing. Diskusi berlangsung konstruktif sebagai upaya menyelaraskan kebutuhan daerah dengan kebijakan nasional dalam penyusunan anggaran tahun mendatang.
Kegiatan ditutup dengan arahan dan penegasan dari Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama RI, yang menekankan pentingnya penyusunan anggaran berbasis kebutuhan riil, efisiensi belanja, serta penguatan program-program prioritas yang memberikan manfaat nyata bagi umat Hindu. Dirjen juga mengajak seluruh jajaran Bimas Hindu untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas perencanaan, dan menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.
Usai mengikuti kegiatan, Penyelenggara Hindu Kankemenag Barito Utara, Wandi, S.H., A.H., menyampaikan bahwa forum koordinasi tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai arah kebijakan penyusunan anggaran Tahun 2027. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa usulan program di daerah dapat disusun secara terarah, sesuai prioritas, dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
"Kami berharap hasil koordinasi ini dapat menjadi pedoman dalam menyusun rencana program dan anggaran yang lebih efektif serta mampu menjawab kebutuhan umat Hindu di Kabupaten Barito Utara. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang semakin baik," ujar Wandi.
Melalui partisipasi aktif dalam Program "Dirjen Menyapa dan Mendengar", Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung penguatan tata kelola perencanaan dan penganggaran yang akuntabel. Diharapkan, hasil koordinasi ini dapat menjadi landasan dalam menyusun program kerja Bimas Hindu yang lebih berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada umat Hindu di Kabupaten Barito Utara.
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Berikan reaksi Anda di bawah ini





