
Memuat konten...
KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN BARITO UTARA
Harmonis, Amanah, Profesional, Akuntabel, Kreatif, Adil dan Transparan
Memuat konten...
Jalan A. Yani No. 126, Muara Teweh, Kalimantan Tengah | Website Resmi: baritoutara.kemenag.go.id

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara kembali melaksanakan Rashdul Qiblat atau Istiwa A'zam pada hari kedua, bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Kamis (16/7/2026) tepat pukul 16.27 WIB. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, S.Ag., M.A.P., dan diikuti oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Sony Anwari Husni, S.Pd.I., Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Almubasir, S.Pd.I., Penyelenggara Zakat dan Wakaf Hasan Fauzi, S.Ag., serta jajaran staf Kankemenag Barito Utara.
Rashdul Qiblat atau Istiwa A'zam merupakan fenomena astronomi ketika posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah di Kota Makkah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak di berbagai wilayah yang masih mengalami siang hari akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan arah kiblat. Fenomena ini dimanfaatkan sebagai metode ilmiah yang sederhana namun memiliki tingkat akurasi tinggi untuk melakukan pengecekan maupun kalibrasi arah kiblat masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya.
Pelaksanaan hari kedua Rashdul Qiblat ini merupakan tindak lanjut dari pengamatan yang telah dilakukan sehari sebelumnya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan pengukuran ulang (re-check) terhadap arah kiblat sebagai bentuk verifikasi sekaligus memastikan hasil pengukuran benar-benar sesuai dengan arah Ka'bah. Pengukuran dilakukan dengan memanfaatkan bayangan matahari tepat pada pukul 16.27 WIB sesuai waktu terjadinya fenomena Istiwa A'zam di Indonesia bagian barat.
Dalam pelaksanaannya, peserta menyiapkan alat bantu sederhana seperti tongkat atau benda tegak lurus, benang, dan penanda arah. Saat Matahari mencapai posisi tepat di atas Ka'bah, bayangan yang terbentuk diamati dan dijadikan acuan dalam menentukan garis arah kiblat secara presisi. Metode ini telah lama digunakan oleh para ahli falak dan menjadi salah satu cara yang direkomendasikan dalam pengecekan arah kiblat karena didasarkan pada perhitungan astronomi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rashdul Qiblat merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah salat. Menurutnya, momentum Istiwa A'zam menjadi kesempatan yang sangat baik untuk melakukan pengecekan ulang arah kiblat dengan mudah, tanpa memerlukan peralatan yang rumit.
"Fenomena Rashdul Qiblat merupakan anugerah yang dapat dimanfaatkan untuk memastikan kembali arah kiblat secara akurat. Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan edukasi bahwa penentuan arah kiblat memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat dilakukan dengan metode yang sederhana namun tetap presisi," ujarnya.
Selain sebagai kegiatan pengukuran, pelaksanaan Rashdul Qiblat juga menjadi sarana edukasi bagi aparatur Kementerian Agama mengenai ilmu falak, khususnya dalam memahami hubungan antara fenomena astronomi dengan praktik ibadah umat Islam. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sebagai bentuk pelayanan keagamaan yang informatif dan berkualitas.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf turut memberikan penjelasan mengenai tahapan pengukuran serta pentingnya memastikan arah kiblat, terutama bagi masjid dan musala yang baru dibangun maupun yang belum pernah dilakukan kalibrasi ulang. Dengan adanya pengecekan secara berkala, diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa arah kiblat yang digunakan telah sesuai dengan posisi Ka'bah.
Melalui pelaksanaan Rashdul Qiblat hari kedua ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat dalam bidang hisab rukyat dan ilmu falak. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya akurasi arah kiblat serta memperkuat kualitas pelayanan keagamaan yang profesional, ilmiah, dan bermanfaat bagi umat.
Berikan reaksi Anda di bawah ini
Lanjutkan membaca
Rekomendasi berita



