
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan pembinaan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara melalui Penyuluh Agama Kristen terus melaksanakan pembinaan rohani secara berkesinambungan. Pada Rabu (29/7/2026), Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Barito Utara, Heisye Ratulangi, S.Th., kembali melaksanakan kegiatan pembinaan umat Kristen bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Muara Teweh tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu sebagai bagian dari program pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan beragama Kristen. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan guna memperkuat nilai-nilai keimanan, memperbaiki karakter, serta memberikan motivasi kepada warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Dalam kesempatan tersebut, Heisye Ratulangi menyampaikan materi pembinaan yang berfokus pada penguatan iman, penghayatan nilai-nilai kasih, pengampunan, dan pengharapan. Selain penyampaian firman Tuhan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, pujian, serta dialog interaktif yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pergumulan, dan memperoleh penguatan rohani.
Menurut Heisye, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan karakter warga binaan agar mampu menjalani proses pembinaan dengan lebih baik serta mempersiapkan diri untuk kembali berbaur dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
"Melalui pembinaan rohani yang dilaksanakan secara rutin, kami berharap warga binaan semakin memiliki semangat untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Tuhan, serta menumbuhkan nilai-nilai positif yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan setelah bebas nantinya," ujarnya.
Kegiatan pembinaan berlangsung dengan suasana penuh kekhidmatan dan mendapat sambutan positif dari warga binaan yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung proses pembinaan secara menyeluruh di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Melalui program pembinaan rutin ini, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara terus memperkuat sinergi dengan Lapas Kelas IIB Muara Teweh dalam memberikan layanan keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan. Diharapkan, pembinaan spiritual yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter, peningkatan kesadaran moral, serta kesiapan warga binaan untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan produktif di tengah masyarakat.
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Berikan reaksi Anda di bawah ini





