Dalam upaya meningkatkan pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan pemasyarakatan, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara melalui Penyuluh Agama Kristen Heisye Ratulangi dan Mutiara Sormin, bersama Penata Layanan Operasional Agama Kristen Basaria Gultom, melaksanakan kegiatan pembinaan umat Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari pelayanan dan pembinaan keagamaan yang secara berkelanjutan dilaksanakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara guna memberikan penguatan rohani kepada warga binaan. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat iman, serta membangun semangat hidup yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Pembinaan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan khidmat tersebut diikuti oleh sejumlah warga binaan beragama Kristen. Kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan doa bersama, pembacaan firman Tuhan, penyampaian materi pembinaan rohani, serta sesi diskusi dan motivasi keagamaan yang bertujuan memberikan penguatan mental dan spiritual kepada para peserta.
Dalam penyampaian materinya, para penyuluh agama Kristen menekankan pentingnya menjaga iman, harapan, dan kasih dalam menjalani kehidupan. Warga binaan diajak untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki sikap dan perilaku, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
Penyuluh Agama Kristen Kankemenag Barito Utara, Heisye Ratulangi, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung proses pembinaan karakter warga binaan. Menurutnya, penguatan nilai-nilai keagamaan dapat menjadi fondasi dalam membangun kesadaran, tanggung jawab, serta perubahan perilaku yang positif.
“Melalui kegiatan pembinaan ini, kami berharap warga binaan tetap memiliki semangat untuk bertumbuh dalam iman, tidak kehilangan harapan, serta mampu memaknai setiap proses kehidupan dengan bijaksana. Firman Tuhan mengajarkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Mutiara Sormin menegaskan bahwa pelayanan keagamaan kepada warga binaan merupakan bentuk perhatian negara dalam menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pembinaan dan bimbingan keagamaan. Oleh karena itu, Kementerian Agama terus berkomitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.
Sementara itu, Basaria Gultom menambahkan bahwa kegiatan pembinaan rohani tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga memberikan motivasi agar warga binaan tetap memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan mereka mampu membangun karakter yang lebih baik serta siap beradaptasi kembali dengan lingkungan sosial setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Para peserta tampak mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka aktif dalam sesi diskusi dan berbagi pengalaman hidup, yang kemudian menjadi bagian dari proses pembelajaran dan penguatan spiritual. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu sarana penting dalam memberikan dukungan moral dan membangun semangat positif bagi warga binaan.
Kegiatan pembinaan umat Kristen di Lapas Kelas IIB Muara Teweh ini juga menjadi wujud sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki nilai-nilai moral yang kuat. Melalui pendekatan keagamaan yang humanis dan berkelanjutan, diharapkan warga binaan dapat menjalani proses pembinaan dengan baik serta memiliki bekal spiritual yang kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan beragama yang rukun, damai, dan bermartabat.






