
Dalam rangka meningkatkan pembinaan keagamaan serta memperkuat kehidupan spiritual warga binaan, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Heisye Ratulangi, S.Th., melaksanakan kegiatan pelayanan iman bagi umat Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, pada Rabu (24/06/2026).
Kegiatan pelayanan iman tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi penyuluhan keagamaan yang secara rutin dilaksanakan oleh Kementerian Agama sebagai bentuk pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan memperoleh pembinaan rohani yang dapat memperkuat iman, membangun karakter yang lebih baik, serta menjadi bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih positif di masa mendatang.
Pelayanan iman yang dilaksanakan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan pujian dan penyembahan, pembacaan firman Tuhan, penyampaian renungan rohani, serta sesi refleksi dan penguatan iman bagi para warga binaan yang beragama Kristen.
Dalam penyampaian firman Tuhan, Heisye Ratulangi mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memiliki pengharapan, menjaga hubungan yang baik dengan Tuhan, serta memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bertobat, bertumbuh dalam iman, dan menjadi pribadi yang lebih baik apabila bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Tuhan.
Menurutnya, pelayanan rohani memiliki peran penting dalam proses pembinaan warga binaan karena tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga membantu membangun kesadaran moral, kedisiplinan, dan semangat untuk menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai keagamaan. Melalui penguatan spiritual yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan sikap dan perilaku yang lebih baik.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para warga binaan yang mengikuti ibadah. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias. Momen pelayanan iman ini juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperoleh penguatan rohani, berbagi pengalaman hidup, serta mempererat kebersamaan dalam persekutuan umat Kristen di lingkungan Lapas.
Selain sebagai wadah pembinaan spiritual, kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara dengan Lapas Kelas IIB Muara Teweh dalam mendukung program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih kondusif serta mendukung proses rehabilitasi mental dan spiritual para warga binaan.
Heisye Ratulangi menyampaikan bahwa Kementerian Agama melalui para penyuluh agama akan terus berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan rohani kepada masyarakat, termasuk kepada warga binaan pemasyarakatan. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak untuk memperoleh pelayanan keagamaan yang layak sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual.
Melalui kegiatan pelayanan iman ini, diharapkan para warga binaan semakin termotivasi untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta menumbuhkan semangat baru dalam menjalani proses pembinaan. Dengan bekal nilai-nilai keagamaan yang kuat, mereka diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah keluarga maupun masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Berikan reaksi Anda di bawah ini





