Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara yang diwakili oleh Penyelenggara Hindu, Wandi, S.H., AH., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Perayaan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang dilaksanakan di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kamis (28/05/2026).


Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Bumi, Satu Keluarga” dengan subtema “Saling Menjaga Harmonis Bersama Manusia, Alam, dan Tuhan”. Perayaan berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan serta dihadiri oleh tokoh agama Hindu, tokoh masyarakat, umat Hindu, dan warga sekitar.


Perayaan Dharma Santi Nyepi menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta meningkatkan keharmonisan kehidupan bermasyarakat dan hubungan dengan lingkungan sekitar.


Dalam sambutannya, Wandi, S.H., AH., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Dharma Santi Nyepi yang dinilai mampu memperkuat kerukunan dan pembinaan umat Hindu di Kabupaten Barito Utara. Ia juga menyampaikan sejumlah informasi terkait program dan perhatian Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara terhadap pelayanan dan pembinaan umat beragama.


Salah satu hal yang disampaikan yaitu pentingnya pendataan umat beragama secara tertib dan akurat sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Menurutnya, data yang baik akan membantu pemerintah dalam menyusun program pembinaan yang tepat sasaran bagi umat beragama di daerah.

Selain itu, Wandi juga menyampaikan informasi mengenai penataan aset rumah ibadah, khususnya terkait sertifikasi tanah rumah ibadah. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Barito Utara guna memberikan kepastian hukum terhadap aset rumah ibadah.


“Melalui kerja sama ini, kami berharap seluruh rumah ibadah dapat memiliki legalitas aset yang jelas sehingga keberadaannya terlindungi secara hukum dan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk kegiatan keagamaan,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, terutama di sekitar rumah ibadah. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan lingkungan rumah ibadah yang bersih, sejuk, nyaman, dan asri.


Ajakan menjaga lingkungan tersebut sejalan dengan tema Dharma Santi Nyepi tahun ini yang menekankan pentingnya keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.


Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain diisi dengan sambutan dan pembinaan keagamaan, kegiatan juga menjadi sarana silaturahmi antarumat serta memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Barito Utara.


Melalui momentum Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 ini, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara berharap umat Hindu dapat terus menjaga persatuan, meningkatkan kehidupan spiritual, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai.