Dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan beragama serta memberikan penguatan mental dan spiritual kepada warga binaan pemasyarakatan, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Maya Aneka Rella, melaksanakan kegiatan pembinaan iman umat Hindu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi penyuluhan agama yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Kementerian Agama guna memastikan setiap umat beragama, termasuk warga binaan pemasyarakatan, memperoleh hak pembinaan dan pelayanan keagamaan secara optimal. Melalui kegiatan ini, warga binaan beragama Hindu mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman ajaran agama, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas spiritual selama menjalani masa pembinaan.
Pembinaan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kekeluargaan tersebut diikuti oleh warga binaan beragama Hindu yang berada di Lapas Kelas IIB Muara Teweh. Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penyampaian materi keagamaan, diskusi interaktif, serta pembinaan rohani yang berfokus pada penguatan nilai-nilai keimanan, kesabaran, pengendalian diri, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam materinya, Maya Aneka Rella menyampaikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup melalui pendekatan spiritual. Ia mengajak para warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum introspeksi diri sekaligus sarana memperkuat hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Menurutnya, ajaran agama Hindu mengajarkan pentingnya menjalankan Dharma atau kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Dharma tersebut dapat menjadi pedoman bagi setiap individu dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk ketika menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Pembinaan keagamaan ini bertujuan untuk memberikan penguatan iman dan motivasi kepada warga binaan agar tetap memiliki harapan, semangat, dan keyakinan dalam menjalani kehidupan. Melalui pemahaman ajaran agama yang baik, diharapkan mereka dapat membangun karakter yang lebih positif dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Maya Aneka Rella.
Selain memberikan materi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi dan konsultasi bagi warga binaan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan terkait praktik keagamaan dan kehidupan spiritual. Sesi diskusi berlangsung dengan aktif, menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti pembinaan yang diberikan.
Pembinaan iman yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek ritual keagamaan, tetapi juga menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan dalam menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara dalam memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi hak-hak spiritual warga binaan sekaligus mendukung proses pembinaan karakter yang dilakukan oleh pihak lapas.
Melalui kegiatan pembinaan iman umat Hindu ini, diharapkan warga binaan dapat memperoleh ketenangan batin, meningkatkan kualitas keimanan, serta memiliki motivasi yang kuat untuk terus memperbaiki diri. Dengan bekal spiritual yang baik, mereka diharapkan mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih positif dan siap kembali berperan sebagai anggota masyarakat yang produktif, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara akan terus berupaya menghadirkan layanan dan pembinaan keagamaan yang berkesinambungan bagi seluruh umat beragama, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter.






