
Foto Berita: Kasi PAI Kemenag Barut: Wisuda Bukan Akhir, Teruslah Belajar dan Amalkan Al-Qur’anDipublikasikan 14 Juni 2026
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, S.Ag., M.A.P., yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) H. Bakti Tawaddin, S.Ag., M.Pd., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Wisuda dan Khataman Santri dan Santriwati Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula (MDTU) Ta’limul Khossil Qur’an Angkatan XXII Tahun Pelajaran 2025/2026, yang dilaksanakan pada Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana haru tersebut menjadi momentum penting bagi para santri dan santriwati yang telah menyelesaikan pendidikan keagamaan dasar serta menuntaskan pembelajaran Al-Qur’an. Acara dihadiri oleh para pengurus yayasan, dewan guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua santri, serta tamu undangan lainnya yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas capaian para peserta didik.
Wisuda dan khataman merupakan bentuk penghargaan atas ketekunan para santri dalam mempelajari ilmu agama, membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an selama mengikuti pendidikan di MDTU Ta’limul Khossil Qur’an. Selain menjadi penanda berakhirnya masa belajar pada jenjang tertentu, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan keagamaan dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.
Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Bakti Tawaddin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh santri dan santriwati yang telah berhasil menyelesaikan proses pendidikan dengan baik. Ia juga memberikan penghargaan kepada para ustaz, ustazah, pengurus madrasah, dan orang tua yang telah berperan besar dalam mendidik serta membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Dalam sambutannya, H. Bakti Tawaddin menyampaikan bahwa keberhasilan para santri dalam menyelesaikan pendidikan dan mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan sebuah prestasi yang patut disyukuri. Menurutnya, di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan era digital, kemampuan membaca dan mencintai Al-Qur’an menjadi modal penting dalam membentuk karakter generasi yang kuat secara spiritual maupun moral.
“Wisuda dan khataman hari ini bukanlah akhir dari perjalanan dalam belajar Al-Qur’an, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sahabat dalam setiap langkah, dan sumber inspirasi dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para santri untuk terus melanjutkan pendidikan agama dan tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan jenjang MDTU. Menurutnya, ilmu agama harus terus dipelajari sepanjang hayat agar mampu menjadi benteng dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Anak-anakku yang kami banggakan, teruslah belajar dan jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki saat ini. Jadilah generasi Qur’ani yang tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Bakti Tawaddin juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menjaga keberlanjutan pendidikan agama anak-anak di lingkungan keluarga. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga memerlukan dukungan dan keteladanan dari orang tua di rumah.
Ia berharap para lulusan MDTU Ta’limul Khossil Qur’an dapat menjadi generasi yang mampu membawa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, menjadi teladan di lingkungan masing-masing, serta berkontribusi positif bagi kemajuan masyarakat dan daerah.
Sementara itu, pihak MDTU Ta’limul Khossil Qur’an menyampaikan bahwa wisuda dan khataman Angkatan XXII merupakan hasil dari proses pendidikan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tujuan mencetak generasi yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami dasar-dasar ilmu keislaman, serta memiliki akhlak yang mulia.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, prosesi khataman, wisuda santri dan santriwati, penampilan seni Islami, hingga pemberian penghargaan kepada santri berprestasi. Suasana haru tampak menyelimuti para orang tua yang menyaksikan putra-putri mereka berhasil menyelesaikan pendidikan keagamaan dan mengkhatamkan Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di kalangan generasi muda dan menjadi pondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat. Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara juga berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, moderat, dan berakhlakul karimah.
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Berikan reaksi Anda di bawah ini





