
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara melalui Penyelenggara Hindu menghadiri kegiatan pembukaan Ritual Wara, yakni rukun kematian tingkat akhir umat Hindu Kaharingan, yang diselenggarakan pada Senin (6/7/2026) di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara. Kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai keagamaan serta pembinaan kehidupan umat beragama, khususnya umat Hindu Kaharingan di Barito Utara.
Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Wandi, S.H., AH, hadir bersama staf Deni Lestari. Dalam prosesi tersebut, Wandi mendapat kepercayaan untuk bertugas sebagai pemandu doa pada rangkaian pembukaan Ritual Wara yang dilaksanakan oleh keluarga mendiang Bapak Irawan.
Acara pembukaan Ritual Wara secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MDAHK). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Teweh Tengah, Kepala Desa Pendreh, Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD), perwakilan Kapolsek Teweh Tengah, serta perwakilan Danramil 1013 Teweh Tengah, bersama tokoh agama, tokoh adat, keluarga, dan masyarakat yang mengikuti jalannya prosesi dengan penuh khidmat.
Dalam pelaksanaannya, Ritual Wara merupakan salah satu ritual sakral dalam ajaran Hindu Kaharingan yang memiliki makna mendalam sebagai rukun kematian tingkat akhir bagi seseorang yang telah meninggal dunia. Ritual ini bertujuan untuk mensucikan roh atau jiwa mendiang agar dapat dihantarkan menuju alam keabadian dan kembali menyatu dengan Sang Pencipta, RANYING HATALLA Langit (Tuhan Yang Maha Kuasa). Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terakhir sekaligus wujud bakti keluarga kepada leluhur sesuai ajaran agama dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Penyelenggara Hindu Kankemenag Barito Utara, Wandi, S.H., AH, menyampaikan bahwa kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan keagamaan umat Hindu Kaharingan merupakan bagian dari tugas pembinaan dan pelayanan kepada seluruh umat beragama. Menurutnya, Ritual Wara tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi juga menjadi warisan budaya dan kearifan lokal yang perlu dijaga keberlangsungannya.
"Ritual Wara merupakan prosesi suci yang sarat makna dalam ajaran Hindu Kaharingan. Melalui ritual ini, umat memanjatkan doa agar roh mendiang memperoleh penyucian dan mencapai alam keabadian bersama RANYING HATALLA Langit. Kehadiran Kementerian Agama menjadi bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan keagamaan sekaligus mendukung pelestarian nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat," ujarnya.
Suasana pembukaan ritual berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian doa yang dipandu oleh Penyelenggara Hindu Kankemenag Barito Utara menjadi awal dari seluruh tahapan Ritual Wara yang akan dilaksanakan sesuai tata cara dan ketentuan adat serta ajaran Hindu Kaharingan. Seluruh peserta mengikuti prosesi dengan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai spiritual, adat istiadat, dan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Dayak penganut Hindu Kaharingan.
Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara kembali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan, pelayanan, dan pendampingan kepada seluruh umat beragama secara adil dan proporsional. Selain memperkuat kehidupan beragama yang harmonis, dukungan terhadap pelaksanaan Ritual Wara juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian tradisi keagamaan yang menjadi identitas dan kekayaan budaya bangsa.
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Berikan reaksi Anda di bawah ini





