
Memuat konten...
KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN BARITO UTARA
Harmonis, Amanah, Profesional, Akuntabel, Kreatif, Adil dan Transparan
Memuat konten...
Jalan A. Yani No. 126, Muara Teweh, Kalimantan Tengah | Website Resmi: baritoutara.kemenag.go.id

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara melalui Penyelenggara Hindu, Wandi, S.H., AH., mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, menghadiri sekaligus memimpin pembacaan doa pada pembukaan Rapat Kerja (Raker) Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan (LPT-IK) Kabupaten Barito Utara Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Senin (10/8/2026).
Rapat kerja yang mengusung semangat konsolidasi dan penguatan kelembagaan tersebut menjadi momentum penting bagi LPT-IK Kabupaten Barito Utara untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan pembinaan, pengembangan, dan pelestarian Tandak Intan Kaharingan di Kabupaten Barito Utara.
Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara dilaksanakan selama tiga hari, 9–11 Agustus 2026. Setelah pembukaan di Gedung Balai Antang Muara Teweh, rangkaian kegiatan selanjutnya dilaksanakan di Gedung Tandak Banama Tingang, Kompleks Hindu Kaharingan Center.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas perwakilan lima orang dari masing-masing kecamatan serta jajaran pengurus LPT-IK Kabupaten Barito Utara. Kehadiran perwakilan dari berbagai wilayah tersebut diharapkan mampu menghadirkan aspirasi yang lebih beragam sehingga program kerja yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan umat di lapangan.
Pembukaan Raker turut dihadiri oleh Ketua Umum LPT-IK Pusat Palangka Raya, Bp. Parada, S.Ag., M.Si., serta dibuka secara resmi oleh Bupati Barito Utara yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Bp. Herijon Setiawan. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan pengurus LPT-IK tingkat pusat menunjukkan adanya dukungan serta sinergi dalam pengembangan kehidupan keagamaan dan kebudayaan Hindu Kaharingan di Kabupaten Barito Utara.
Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Penyelenggara Hindu Kankemenag Barito Utara juga menjadi bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap berbagai upaya pembinaan dan pengembangan kehidupan umat Hindu Kaharingan. Pembacaan doa pada pembukaan kegiatan menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengawali seluruh rangkaian rapat kerja dengan suasana yang penuh kekhidmatan serta harapan agar setiap agenda yang dirumuskan dapat memberikan manfaat bagi umat.
Ketua Panitia Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara, Aryosi Jiono, S.Pd., menyampaikan bahwa rapat kerja memiliki peran strategis sebagai forum evaluasi sekaligus penyusunan program organisasi ke depan.
Menurutnya, evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan menjadi bagian penting untuk mengetahui berbagai capaian, kendala, serta hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam menyusun dan menetapkan program kerja LPT-IK untuk periode 2026–2027.
Forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi mampu menghasilkan rumusan program yang realistis, terukur, dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan. Dengan demikian, keberadaan LPT-IK dapat semakin dirasakan manfaatnya dalam mendukung pembinaan umat Hindu Kaharingan di seluruh wilayah Kabupaten Barito Utara.
Sementara itu, Ketua LPT-IK Kabupaten Barito Utara, Ardiano, S.Ag., M.Pd.H., menyampaikan bahwa salah satu fokus pembahasan dalam rapat kerja adalah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Festival Tandak Intan Kaharingan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang sebelumnya diselenggarakan di Kabupaten Barito Utara.
Pada pelaksanaan festival tersebut, Barito Utara belum berhasil meraih predikat juara umum dan memperoleh predikat juara favorit. Meski demikian, capaian tersebut tetap dipandang sebagai pengalaman berharga yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi organisasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan persiapan peserta pada agenda mendatang.
Ardiano menegaskan bahwa evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pembinaan peserta, persiapan sebelum pelaksanaan festival, hingga koordinasi antara kepengurusan LPT-IK di tingkat kabupaten dan kecamatan.
Menurutnya, capaian dalam sebuah kompetisi bukan hanya menjadi ukuran keberhasilan, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kekurangan dan menyusun strategi yang lebih baik. Karena itu, pengalaman dari pelaksanaan festival sebelumnya diharapkan mampu menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara berkelanjutan.
Rapat kerja LPT-IK Barito Utara juga diarahkan untuk memperkuat peran organisasi dalam pembinaan, pengembangan, dan pelestarian Tandak Intan Kaharingan sebagai bagian dari kehidupan keagamaan dan kebudayaan masyarakat Hindu Kaharingan.
Penguatan tersebut dinilai penting mengingat keberadaan Tandak Intan Kaharingan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan perlombaan atau festival, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai keagamaan, seni, budaya, dan tradisi yang diwariskan kepada generasi penerus.
Melalui konsolidasi organisasi yang lebih baik, LPT-IK diharapkan mampu membangun pola pembinaan yang terstruktur mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten. Keterlibatan generasi muda juga menjadi salah satu aspek penting agar keberlangsungan tradisi dan nilai-nilai Tandak Intan Kaharingan dapat terus terjaga di tengah perkembangan zaman.
Ardiano berharap seluruh rumusan yang dihasilkan dalam rapat kerja dapat diterjemahkan menjadi program nyata dan tidak berhenti sebatas dokumen organisasi. Program yang disusun diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi umat serta mendukung peningkatan kapasitas generasi muda Hindu Kaharingan.
“Kita ingin program yang disusun bukan hanya menjadi agenda organisasi, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi umat Hindu Kaharingan di Barito Utara,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, keberadaan Raker LPT-IK juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar-pengurus. Setiap perwakilan kecamatan diberikan ruang untuk menyampaikan kondisi, kebutuhan, serta berbagai masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program organisasi.
Konsolidasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pola kerja organisasi yang semakin solid, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan umat. Dengan koordinasi yang baik antara pengurus tingkat kabupaten dan kecamatan, pelaksanaan program pembinaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak umat dan berjalan secara berkesinambungan.
Hasil evaluasi dan konsolidasi yang dilakukan dalam Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara juga menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi berbagai agenda keagamaan dan kebudayaan pada masa mendatang, termasuk Festival Tandak Intan Kaharingan Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2027 di Kota Palangka Raya.
Persiapan sejak dini dinilai penting agar proses pembinaan peserta dapat dilakukan secara lebih terarah dan memiliki waktu yang cukup. Evaluasi terhadap pelaksanaan festival sebelumnya dapat menjadi pijakan untuk menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif, termasuk dalam peningkatan kualitas peserta dan koordinasi antarwilayah.
Kankemenag Barito Utara melalui Penyelenggara Hindu menyambut baik pelaksanaan Raker LPT-IK tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pembinaan umat Hindu Kaharingan. Sinergi antara Kementerian Agama, LPT-IK, pemerintah daerah, tokoh agama, pengurus organisasi, serta masyarakat diharapkan terus terjalin dalam mendukung berbagai program keagamaan dan kebudayaan.
Dengan terlaksananya Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara Tahun 2026, diharapkan lahir berbagai rumusan program yang mampu menjawab kebutuhan umat sekaligus memperkuat eksistensi dan keberlanjutan Tandak Intan Kaharingan. Konsolidasi yang semakin kuat diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pembinaan umat yang lebih terarah, pelestarian budaya yang berkelanjutan, serta peningkatan prestasi Barito Utara pada berbagai agenda Tandak Intan Kaharingan di tingkat provinsi.
Berikan reaksi Anda di bawah ini
Lanjutkan membaca
Rekomendasi berita



