Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara turut berpartisipasi dalam Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan Pembentukan Desa Lokus Stunting Kabupaten Barito Utara yang dilaksanakan pada Selasa, 13 Oktober 2026, bertempat di Aula Rumah Jabatan Bupati Barito Utara.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, S.Ag., M.A.P., diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam), Almubasir, S.Pd.I. Kehadiran Kemenag Barut merupakan bentuk partisipasi dan dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penurunan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Utara yang mewakili Bupati Barito Utara, bersama jajaran perangkat daerah dan dinas terkait yang memiliki peran dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Pertemuan ini menjadi forum koordinasi untuk menyelaraskan langkah, memperkuat sinergi antarlembaga, serta membahas pembentukan desa lokus stunting sebagai salah satu upaya untuk menentukan wilayah prioritas penanganan berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
Pembentukan desa lokus stunting menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program yang lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran. Melalui penetapan wilayah prioritas, diharapkan intervensi yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan secara terpadu, mulai dari upaya pencegahan, peningkatan pemahaman masyarakat, hingga penguatan pelayanan yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak serta pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Sebagai bagian dari instansi pemerintah yang memiliki tugas dalam pelayanan dan pembinaan kehidupan keagamaan, Kementerian Agama juga memiliki ruang kontribusi dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui pendekatan keagamaan dan pembinaan keluarga. Peran tersebut dapat dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, penguatan ketahanan keluarga, serta penyampaian pesan-pesan keagamaan yang mendorong pentingnya menjaga kesehatan, memperhatikan pemenuhan gizi, dan mempersiapkan kehidupan keluarga secara bertanggung jawab.
Melalui keterlibatan dalam forum koordinasi ini, Kemenag Barut diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan instansi terkait dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia. Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting agar upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya berfokus pada penanganan, tetapi juga pada pencegahan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga dan masyarakat.
Partisipasi Kemenag Barut dalam rapat TPPS dan pembentukan desa lokus stunting ini sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama seluruh unsur pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, keluarga yang berkualitas, serta generasi masa depan yang tumbuh dan berkembang secara optimal di Kabupaten Barito Utara.






