
Foto Berita: Hadir di Ritual Tiwah, Kemenag Barito Utara Teguhkan Moderasi Beragama dan Pelestarian TradisiDipublikasikan 10 Juli 2026
Staf Admin Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, Deni Lestari, menghadiri pelaksanaan Ritual Tiwah di Desa Malewai, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, pada Rabu (8/7/2026). Kehadiran tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan pemantauan kehidupan keagamaan umat Hindu sekaligus bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi dan budaya lokal yang sarat nilai spiritual.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Damang Kecamatan Lahei, Damang Kecamatan Lahei Barat, serta Pengulu Adat Desa Malewai, bersama tokoh adat, tokoh agama Hindu Kaharingan, dan masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian prosesi Tiwah dengan penuh khidmat.
Ritual Tiwah merupakan upacara sakral dalam tradisi Hindu Kaharingan yang bertujuan mengantarkan arwah leluhur menuju Lewu Tatau atau surga. Prosesi ini tidak hanya menjadi bagian penting dari ajaran agama Hindu, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah sebagai identitas budaya yang bernilai luhur.
Dalam kesempatan tersebut, Deni Lestari menyampaikan bahwa kehadiran Kementerian Agama melalui jajaran pembina umat merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus memastikan pelaksanaan kegiatan keagamaan berjalan dengan baik sesuai ajaran agama dan nilai-nilai budaya yang berlaku.
Selain mengikuti jalannya prosesi adat, Deni Lestari juga memberikan bimbingan rohani kepada keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa tabah, sabar, dan ikhlas dalam menghadapi kepergian anggota keluarga. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
"Tradisi Tiwah bukan hanya memiliki makna spiritual yang mendalam, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan penghormatan kepada leluhur. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat moderasi beragama yang terus dikembangkan Kementerian Agama," ujarnya.
Pelaksanaan Ritual Tiwah di Desa Malewai berlangsung dengan khusyuk, tertib, aman, dan tetap mematuhi seluruh tata cara adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Seluruh tahapan prosesi dilaksanakan sesuai ketentuan adat dengan melibatkan tokoh adat, pemuka agama, serta masyarakat secara bergotong royong.
Semangat kebersamaan masyarakat tampak jelas sejak tahap persiapan hingga berakhirnya kegiatan. Warga saling membantu dalam menyiapkan berbagai keperluan ritual tanpa membedakan latar belakang, sehingga mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terpelihara di tengah kehidupan masyarakat Desa Malewai.
Partisipasi aktif masyarakat dalam Ritual Tiwah menunjukkan bahwa pemahaman umat terhadap ajaran leluhur masih terjaga dengan baik. Tradisi ini tidak hanya menjadi media pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kelestarian budaya daerah agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.
Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi seluruh umat beragama dalam menjalankan ajaran agamanya, sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan, kerukunan, dan persatuan bangsa
Apa pendapat Anda tentang artikel ini?
Berikan reaksi Anda di bawah ini





