Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, S.Ag., M.A.P., bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kemenag Barito Utara, Henny Yuliati Arbaja, menghadiri acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026).
MTQ Nasional ke-XXXI Tahun 2026 diselenggarakan di Kota Semarang dan berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 11 hingga 20 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus memberikan ruang bagi para peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi dalam berbagai cabang musabaqah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Arbaja turut memberikan semangat dan motivasi kepada peserta MTQ Nasional yang tergabung dalam Kafilah Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya peserta yang berasal dari Kabupaten Barito Utara. Kehadiran secara langsung tersebut menjadi bentuk dukungan moril sekaligus perhatian terhadap putra-putri daerah yang dipercaya membawa nama Kalimantan Tengah di tingkat nasional.
H. Arbaja menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri, serta menjunjung tinggi sportivitas. Ia berharap para peserta dari Kabupaten Barito Utara mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa hasil yang membanggakan bagi daerah.
“Yang terpenting adalah memberikan kemampuan terbaik, tetap semangat, percaya diri, dan terus berdoa. Bawa nama baik Kalimantan Tengah dan Kabupaten Barito Utara dengan penuh kebanggaan,” pesannya kepada para peserta.
Kehadiran pimpinan Kemenag Barito Utara bersama Ketua DWP tersebut diharapkan dapat menjadi suntikan motivasi bagi para peserta, sehingga mereka semakin termotivasi untuk berjuang dan mengharumkan nama daerah pada ajang MTQ Nasional ke-XXXI Tahun 2026.
MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta membangun generasi yang berkarakter Qur’ani.