Kemenag Barito Utara

KEMENTERIAN AGAMA

KABUPATEN BARITO UTARA

Beranda/Berita/Coaching PMPZI: Perkuat Tata Kelola, Hadirkan Dampak Bagi Pelayanan

Coaching PMPZI: Perkuat Tata Kelola, Hadirkan Dampak Bagi Pelayanan

Foto Berita: Coaching PMPZI: Perkuat Tata Kelola, Hadirkan Dampak Bagi PelayananDipublikasikan 20 Agustus 2026

Upaya memperkuat pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara terus dilakukan secara konsisten. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan coaching dan pendampingan Tim Pokja Pembangunan Zona Integritas bersama Tim Coach Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah.


Setelah pelaksanaan pembukaan kegiatan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, agenda coaching dilanjutkan dengan pendampingan secara intensif kepada masing-masing kelompok kerja (Pokja). Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses pembangunan Zona Integritas berjalan sesuai arah reformasi birokrasi serta menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan secara nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.


Dalam pelaksanaannya, coaching difokuskan pada enam area perubahan yang menjadi bagian penting dalam pembangunan Zona Integritas, yakni Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia, Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan, serta Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.


Keenam area tersebut memiliki keterkaitan yang erat dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan. Karena itu, pendampingan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan dokumen atau eviden administratif, tetapi juga pada bagaimana setiap program dan inovasi dapat benar-benar diterapkan dalam budaya kerja sehari-hari.


Melalui proses coaching, setiap Pokja diberikan ruang untuk melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilaksanakan sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan. Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terarah, sehingga pelaksanaan PMPZI tidak berhenti pada pemenuhan indikator, tetapi mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.


Diskusi berlangsung secara aktif dan konstruktif. Masing-masing Pokja menyampaikan perkembangan, tantangan, serta kebutuhan penguatan dalam pelaksanaan program kerja. Tim Coach Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah memberikan arahan dan masukan untuk membantu setiap Pokja memahami substansi pembangunan Zona Integritas secara lebih komprehensif.


Pada aspek Manajemen Perubahan, perhatian diarahkan pada bagaimana membangun pola pikir dan budaya kerja yang mendukung reformasi birokrasi. Perubahan tidak hanya ditandai dengan adanya program baru, tetapi juga melalui tumbuhnya kesadaran setiap pegawai untuk bekerja secara profesional, berintegritas, disiplin, dan memiliki orientasi yang kuat terhadap pelayanan.


Sementara itu, pada Penataan Tata Laksana, penguatan diarahkan pada terciptanya proses kerja yang efektif, efisien, terukur, dan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara optimal. Tata kelola yang baik diharapkan dapat mempermudah pelaksanaan pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.


Pada area Penataan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia, pembinaan diarahkan pada pengelolaan sumber daya aparatur yang lebih profesional. Kompetensi, kinerja, disiplin, serta pengembangan kapasitas pegawai menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya organisasi yang mampu memberikan pelayanan secara optimal.


Selanjutnya, Penguatan Akuntabilitas menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program dan kegiatan dilaksanakan secara terencana, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan. Setiap unit kerja diharapkan mampu menunjukkan hubungan yang jelas antara perencanaan, pelaksanaan, hasil, dan manfaat yang dihasilkan.


Pada aspek Penguatan Pengawasan, pembangunan Zona Integritas diarahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mampu mencegah terjadinya penyimpangan sekaligus memperkuat budaya integritas. Pengawasan yang efektif diharapkan dapat menjadi instrumen untuk menjaga kualitas tata kelola dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.


Sementara itu, Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik menjadi salah satu tujuan utama dari keseluruhan proses pembangunan Zona Integritas. Berbagai upaya perbaikan diarahkan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan.


Kegiatan coaching tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarpelaksana PMPZI di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara. Kolaborasi antarpokja diperlukan agar setiap area perubahan dapat berjalan secara terpadu dan tidak berdiri sendiri.


Pembangunan Zona Integritas pada hakikatnya merupakan proses perubahan yang membutuhkan komitmen bersama. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh Tim Pokja, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara. Setiap pegawai memiliki peran dalam menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas serta menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas.


Melalui pendampingan yang dilakukan secara intensif, diharapkan seluruh Pokja semakin mampu menindaklanjuti hasil evaluasi dan menyempurnakan berbagai program yang telah berjalan. Setiap rekomendasi dari Tim Coach diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja organisasi.


Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa PMPZI bukan sekadar agenda administratif dalam rangka memenuhi penilaian pembangunan Zona Integritas. Lebih jauh, PMPZI merupakan instrumen untuk mendorong perubahan budaya kerja, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, penguatan integritas aparatur, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan perbaikan secara berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh jajaran dan pendampingan dari Tim Coach Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, pelaksanaan PMPZI diharapkan semakin terarah dan mampu memberikan hasil yang nyata.


Pada akhirnya, seluruh proses pembangunan Zona Integritas diarahkan pada satu tujuan utama, yaitu mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, profesional, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara.

Apa pendapat Anda tentang artikel ini?

Berikan reaksi Anda di bawah ini