Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara menyelenggarakan Apel Bersama yang dirangkai dengan Pencanangan Serentak Program Ekoteologi pada Senin (15/06/2026) di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen seluruh jajaran Kementerian Agama terhadap pelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari implementasi Asta Protas Kementerian Agama.


Apel bersama tersebut dibina oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, S.Ag., M.A.P, dan dipimpin oleh Eka Bagus Purnomo. Kegiatan diikuti oleh seluruh pejabat struktural di lingkungan Kankemenag Barito Utara, Kepala MAN Barito Utara, Kepala MTsN Barito Utara, Ketua dan Pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Barito Utara, Ketua dan Pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Barito Utara, serta seluruh Aparatur Sipil Negara dan staf Kankemenag Barito Utara.


Suasana apel berlangsung khidmat dan penuh semangat. Selain menjadi sarana memperkuat kedisiplinan dan koordinasi antarpegawai, apel kali ini memiliki makna yang istimewa karena menjadi bagian dari gerakan serentak yang dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja Kementerian Agama se-Kalimantan Tengah dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ekoteologi.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara secara resmi meluncurkan atau mencanangkan Program Ekoteologi sebagai bentuk penegasan komitmen jajaran Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pada aspek penguatan ekoteologi yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.


Pencanangan program ditandai dengan penyerahan poster Ekoteologi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara kepada seluruh kepala satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara. Penyerahan poster tersebut menjadi simbol dimulainya gerakan bersama dalam mengimplementasikan nilai-nilai ekoteologi pada setiap program dan aktivitas kelembagaan.


Pada kesempatan tersebut, H. Arbaja membacakan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah yang disampaikan secara serentak pada seluruh jajaran Kementerian Agama di Kalimantan Tengah.


Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa pagi hari ini merupakan momen yang sangat istimewa karena seluruh keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah secara serentak melaksanakan pencanangan aktualisasi Ekoteologi. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama.


Ekoteologi dipahami sebagai pendekatan yang menempatkan manusia sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk menjaga keseimbangan alam serta melestarikan lingkungan hidup. Oleh karena itu, seluruh insan Kementerian Agama diharapkan mampu menjadi teladan dalam menumbuhkan budaya cinta lingkungan di tengah masyarakat.


Lebih lanjut dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa masyarakat Kalimantan Tengah dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa berupa hutan tropis, sungai-sungai yang membentang luas, keanekaragaman hayati, serta sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan. Anugerah tersebut harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.


“Marilah kita senantiasa menjaga semangat bekerja, semangat belajar, dan semangat menjaga lingkungan hidup. Sebagai masyarakat Kalimantan Tengah, kita memiliki tanggung jawab besar untuk merawat karunia Allah SWT berupa hutan, sungai, dan kekayaan alam yang luar biasa. Kita harus menjadi pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah.


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara, H. Arbaja, dalam arahannya menegaskan bahwa Program Ekoteologi harus dipahami sebagai gerakan bersama yang tidak berhenti pada kegiatan pencanangan semata. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh komitmen seluruh ASN Kementerian Agama dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas kedinasan.


Ia mengajak seluruh pegawai untuk mulai membangun budaya kerja yang peduli lingkungan melalui langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan kantor, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat penggunaan listrik dan air, serta mendukung kegiatan penghijauan di lingkungan kerja maupun di masyarakat.


“Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara untuk menjadi contoh dan pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari lingkungan kerja kita, dan dari hal-hal kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi masa depan,” ujar H. Arbaja.


Ia juga menekankan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai jalur, baik melalui penyuluh agama, penghulu, guru madrasah, maupun tokoh-tokoh agama. Dengan demikian, pesan-pesan keagamaan yang disampaikan kepada masyarakat dapat sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.


Sebagai bentuk tindak lanjut dari pencanangan Program Ekoteologi tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara telah menjadwalkan kegiatan penanaman pohon di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunung Timang. Kegiatan ini akan menjadi wujud nyata aktualisasi program Ekoteologi sekaligus mendukung gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Barito Utara.


Penanaman pohon tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas lingkungan dan penghijauan kawasan, tetapi juga menjadi simbol komitmen berkelanjutan Kementerian Agama dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan, kehidupan sosial, dan kelestarian alam.


Melalui pencanangan Program Ekoteologi ini, Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara menegaskan kesiapannya untuk menjadi bagian dari gerakan perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan. Semangat kolaborasi seluruh ASN, satuan kerja, organisasi profesi, serta masyarakat diharapkan mampu menjadikan nilai-nilai ekoteologi sebagai budaya yang hidup dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan harmoni antara manusia, agama, dan alam semesta.